Program Revitalisasi, kepsek SMAN 1 Peulimbang Optimisme Penyelesaian Tepat Waktu


Bireuen | Lensaaceh.id - SMAN 1 Peulimbang terus bergerak maju. Namun, kemajuan itu tidak cukup hanya dengan wacana, melainkan harus diwujudkan melalui langkah nyata yang terencana dan terukur dengan didukung oleh semua Stikholder yang ada. Hal tersebut menjadi perhatian serius Kepala Sekolah SMAN 1 Peulimbang Erni S.Pd., M.S.M, yang kini tengah melakukan  terobosan konkret demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah yang ia pimpin.

“Peningkatan mutu, kualitas, dan kuantitas pendidikan harus berlandaskan pada integritas dan kerja sama yang solid. Kami di SMANSA tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak nyata dengan dukungan seluruh pihak, baik internal maupun eksternal,” ujarnya, kepada tim Media Lensa Aceh, Jumat (8/5/2026)

Terkait ada tudingan dan pemberitaan tentang program Revitalisasi di SMAN 1 Peulimbang, Disini perlu tegaskan terkait adanya kunjungan awak media ke sekolah sebaiknya teman- teman dari media membangun informasi yang baik, tidak melihat dari sudut pandang salah saja, artinya "kalau memang itu salah, yang benar itu bangaimana". 

Saya sebagai kepala sekolah, akan membuka ruang keterbukaan publik ke semua pihak, terkait dengan kegiatan Revitalisasi yang sedang berlangsung. 

Menyangkut dengan teknis pembangunan, ada konsultan pengawas yang mengetahui secara detail, proses pembangunan Revitalisasi yang sedang berlangsung, baik material,bahan baku, dan mutu sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) pada pembangunan/revitalisasi gedung sekolah adalah wewenang konsultan, dan saya optimis penyelesaian Program Revitalisasi di SMAN 1 Peulimbang, selesai dikerjakan tepat waktu, yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen),
” tegasnya.

Ditambahkan, program revitalisasi SMA Negeri 1 Peulimbang dikelola oleh panitia khusus P2SP (Panitia Pelaksana Satuan Pendidikan) bersama tim konsultan perencanaan, pengawasan, fasilitator, dan pendamping yang langsung ditunjuk Kementerian. Bahkan, tenaga ahli dari Universitas yang ditunjuk oleh Di nas Pendidikan Aceh untuk mendampingi proses tersebut.

Revitalisasi sekolah ini bersumber dari APBN dan merupakan program prioritas Presiden yang diawasi ketat. “Sesuai arahan saat Bimtek di Jakarta, audit dilakukan oleh Itjen, BPK, dan BPKP. Direktorat juga sudah menandatangani MoU dengan Kejaksaan Agung untuk pendampingan. Jadi setiap dua minggu, tim fasilitator turun ke sekolah untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi,” pungkasnya.

Pantauan media di lapangan menunjukkan, proses pembangunan rehabilitasi sedang berlangsung. Revitalisasi ini merupakan implementasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan keberlanjutan program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun 2026 dengan alokasi anggaran yang telah diamankan dalam APBN. Fokus kebijakan diarahkan secara tegas pada tiga prioritas utama, yakni sekolah dengan kondisi rusak berat, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah di daerah terdampak bencana. (Samsul)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak